Liputan6.com, Jakarta – BYD kembali mencatatkan tonggak penting dalam industri kendaraan listrik global. Tepat pada 17 APril 2026, perusahaan asal China ini telah mengumumkan bahwa unit ke-16 juta unit kendaraan energi baru (NEV) telah resmi keluar dari jalur produksi, yaitu Denza D9 generasi kedua.
Disitat dari Carnewschina, laju pertumbuhan ekspansi BYD ini sangat cepat, hanya dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, dan perusahaan mampu menambah enam juga unit kendaraan, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di pasar roda empat hemat energi di dunia.
Denza sendiri, merupakan merek premium milik BUD, dan modelnya kerap dihadirkan dengan spesifikasi dan teknologi tinggi, termasuk D9 generasi terbaru yang kini diproduksi massal.
Untuk model 2026, Denza D9 sudah memasuki tahap pra-penjualan di China, dengan total enam varian, mencakup pilihan plug-in hybrid (PHEV) dan battery electric vehicle (BEV). Harga yang ditawarkan berkisar antara 389.800 hingga 489.800 yuan, dengan struktur harga yang sama untuk kedua jenis penggerak tersebut.
Soal teknologi, MPV premium ini dibekali sistem bantuan berkendara pintar terbaru BYD, yakni God’s Eye 5.0 yang tersedia di seluruh varian. Bahkan, BYD memastikan model Denza D9 sebelumnya akan mendapatkan pembaruan sistem ini melalui over-the-air (OTA).
Di sektor performa dan efisiensi, Denza D9 generasi baru mengusung baterai Blade generasi kedua yang dipadukan dengan teknologi pengisian cepat.
Spesifikasi Denza D9
Dalam kondisi standar, baterai dapat diisi dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu sekitar lima menit. Untuk varian listrik murni, jarak tempuhnya mencapai hingga 800 km (CLTC), sementara versi plug-in hybrid mampu melaju sekitar 400 km dalam mode listrik penuh.
Secara dimensi, MPV ini hadir dengan ukuran besar, yakni panjang 5.250 mm, lebar 1.960 mm, dan tinggi 1.900 mm, serta wheelbase 3.110 mm. Dengan spesifikasi tersebut, Denza D9 tetap menjadi andalan di segmen MPV premium dan bersaing dengan model seperti Toyota Alphard dan Buick GL8 di pasar China.